Minggu, 16 Agustus 2009

Sekilas tentang Mapella

MAHASISWA PECINTA ALAM UNIVERSITAS LANGLANGBUANA BANDUNG (Mapella-Unla), didirikan pada 28 Agustus1988 oleh 7 orang pendiri yang ketika itu mewakili 5 Fakultas di lingkungan Universitas Langlangbuana (Fakultas; Ilmu Sosial dan Politik, Ekonomi, Hukum Teknik dan Keguruan). Mulanya organisasi ini berorientasi pada kegiatan Search and Rescue (SAR). Sehingga, segala pendidikan berjenjang di Mapella ketika itu (Pendidikan Dasar, Pola Pembinaan Anggota Muda, Masa Pengembaraan, dan Kursus Pelatih) benar-benar diarahkan untuk menciptakan sumber daya manusia yang siap terjun dalam kegiatan-kegiatan pencarian dan penyelamatan korban, khususnya di wilayah gunung dan hutan.

Karena orientasi yang diarahkan pada kegiatan SAR, personil Mapella telah beberapakali mengikuti operasi SAR, baik yang dilakukan di bawah komando Badan SAR Nasional (Basarnas), melalui Keluarga Besar Pecinta Alam Bandung Raya (KBPA-BR), maupun atas inisiatif sendiri. Seperti halnya "Operasi SAR Lintas Salak-Gede-Pangrango" (pencarian dan penyelamatan korban pendaki Gunung Salak-Gede-Pangrango, Sukabumi, Jawa Barat) pada tahun 1989. Ketika itu, Yosep E.J., seorang anggota Mapella, menjadi personil pertama yang berhasil menemukan dua korban (siswa Sekolah Teknik Mesin/STM asal Jakarta, yang hilang selama 13 hari) dari sekian ratus anggota tim SAR yang berasal dari berbagai organisasi pecinta alam dari Bandung, Jakarta, Depok, Sukabumi, Cianjur, dll).

Sekalipun ketika itu Yosep menemukan korban dalam keadaan tidak bernyawa, namun kontribusinya mendapat pengakuan dari almarhum Jendral Edi Sudrajat (mantan KSAD, terakhir menjabat Menteri Pertahanan). Jenderal Edi Sudrajat menjuluki Yosep sebagai "Serigala Gunung Salak"). Maksud dari pemberian nama "Serigala" karena serigala adalah simbol mahluk hidup yang memiliki penciuman yang sangat tajam. Keberhasilan Yosep dalam Operasi SAR pertama yang dilakukan Mapella, memberikan motivasi tersendiri bagi anggota Mapella untuk konsisten melaksanakan bakti sosial dalam bentuk operasi SAR.

Sejak itu, setiap ada kontak dari Basarnas, maupun kabar dari pecinta alam lainnya tentang korban hilang, Mapella nyaris selalu mengirimkan tim SAR untuk diterjunkan ke medan operasi. Kegiatan SAR yang pernah diikuti Mapella di antaranya; "Operasi SAR Lintas Salak-Gede-Pangrango" (pencarian dan penyelamatan 2 pendaki gunung, siswa STM asal Jakarta), pada tahun 1989; "Operasi SAR Lembah Kabut" di Gunung Burangrang, Jawa Barat (pencarian dan penyelamatan 4 pendaki gunung asal Bandung, tahun 1994; "Operasi SAR Gunung Salak" (pencarian dan penyelamatan 3 penebang pohon di hutan Gunung Salak, Jawa Barat, tahun 1998; "Operasi SAR BEL 412" (pencarian dan penyelamatan 2 awak helikopter Bel 412 yang jatuh di Gunung Gedogan-Burangrang, Jawa Barat), tahun 2002; "Operasi SAR Cessna" (pencarian dan penyelamatan 2 awak kapal Cessna yang jatuh antara Gunung Ciremai, Kuningan-Burangrang, Kab. Bandung, Jawa Barat), tahun 2004; penggalangan dana dan bantuan kemanusiaan ke Provinsi Nangroe Aceh Darussalam (bencana tsunami tahun 2004); pengiriman personil penanganan korban bencana gempa di Jogja-Bantul, Jawa Tengah tahun 2006; pengiriman personil penanganan evakuasi korban letusan Gunung Merapi, Jawa Tengah, tahun 2006, dll.

Mapella juga pernah menjabat sebagai Koordinator Keluarga Besar Pecinta Alam (KBPA) sejak tahun 1995-2000. Salah satu agenda yang pernah dilakukan selama menjabat koordinator adalah penggalangan dana dan pengiriman bantuan kemanusiaan korban gempa Bengkulu, Sumatera, tahun 2000. Melalui kegiatan bertajuk "Solidaritas KBPA untuk Bencana Alam Bengkulu" Mapella menghimpun lebih dari 120 Pecinta Alam di Kota Bandung, Cimahi, Purwakarta, dan Kab. Bandung untuk menggelar penggalangan dana. Selain itu, Mapella dan anggota KBPA, bekerjasama dengan Armada Barat TNI-AL, mengirimkan tim penanganan korban bencana alam ke Provinsi Bengkulu selama hampir 1 bulan.

Kegiatan lainnya yang pernah dilakukan Mapella adalah "Bakti Sosial Bersih Terpadu Cikapundung", yaitu pelaksanaan penyuluhan, penghijauan, dan pembersihan Sungai Cikapundung yang melintas di Kota Bandung. Dalam kegiatan ini, Mapella bekerjasama dengan karang taruna setempat, Pemerintah Kota Bandung, KBPA, Korps Brimob Polda Jawa Barat , dan Lantamal TNI-AL Kota Bandung.

Sejak tahun 1996, Mapella mulai mengembangkan sayap, tidak sekedar beorientasi pada kegiatan SAR (namun tetap berupaya eksis dalam berbagai operasi SAR). Berbagai ekspedisi gunung hutan, caving (penelusuran gua), susur pantai, arung jeram, panjat tebing, dll dilakukan anggota Mapella di berbagai wilayah Nusantara.

Sebagai organisasi yang bergerak dalam kegiatan petualangan, Mapella akan terus berupaya mengembangkan diri dan tetap konsisten sesuai jalurnya. Baik secara internal melalui program-program pemberdayaan sumber daya manusianya maupun melalui kegiatan eksternal, baik ekspedisi, operasi SAR, atau kegiatan sosial lainnya. Hal ini menjadi komitmen anggota yang secara legal formal termaktub dalam Anggaran Dasar/Anggaran rumah Tangga Mapella.

Sekretariat Mapella:
Kampus Universitas Langlangbuana, Jl. Karapitan 116 Bandung, Gd. Graha Mahasiswa, Lt III

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Daftar Blog Saya